GUNUNGKIDUL – Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026 di Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, menghadirkan situasi yang tidak biasa. Pilur kali ini hanya diikuti dua calon, yakni Renik David Warisman dan Welis Saptha Dewi Nurayni, yang merupakan pasangan suami istri.
Meski hanya diikuti oleh dua kandidat yang berasal dari satu keluarga, pelaksanaan Pilur tetap diperkirakan akan menghadirkan dinamika di tengah masyarakat.
Lurah Candirejo sekaligus calon petahana, Renik David Warisman, berharap seluruh rangkaian Pilur dapat berlangsung dengan aman, damai, dan kondusif.
"Saya tidak mempermasalahkan siapa pun yang dikehendaki masyarakat untuk memimpin Candirejo. Yang penting Pemilihan Lurah Candirejo berjalan lancar, aman, damai, dan tenteram," ujar Renik saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya perbincangan di tengah masyarakat mengenai pilihan terhadap kedua calon. Sebagian warga disebut menginginkan kepemimpinan baru, sementara sebagian lainnya tetap memberikan dukungan kepada petahana.
Renik menegaskan dirinya siap menerima apa pun hasil pilihan masyarakat. Menurutnya, keputusan warga merupakan amanah yang harus dihormati oleh seluruh pihak.
Apabila kembali dipercaya memimpin Kalurahan Candirejo, ia berkomitmen melanjutkan sekaligus menyempurnakan program-program yang belum tuntas selama masa kepemimpinannya.
"Saya sadar selama ini mungkin belum mampu membawa perubahan yang benar-benar signifikan bagi Candirejo. Namun saya akan bekerja lebih keras untuk menyempurnakan yang belum sempurna dan mempertahankan program-program yang sudah berjalan baik," katanya.
Selain itu, Renik berjanji akan lebih responsif dalam melayani masyarakat serta lebih terbuka terhadap berbagai aspirasi warga.
"Saya akan lebih cepat dalam bekerja melayani masyarakat, selama memang masyarakat menghendaki saya terlibat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan," imbuhnya.
Mengenai keputusan istrinya maju sebagai calon lurah, Renik mengungkapkan langkah tersebut diambil agar tahapan Pilur tidak mengalami penundaan akibat minimnya jumlah pendaftar.
"Saya merasa kasihan kepada panitia Pemilihan Lurah apabila prosesnya harus diperpanjang dan membuka pendaftaran kembali karena hanya ada satu calon. Atas dasar itu saya mendorong istri saya untuk maju agar proses Pilur yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dapat tetap terlaksana sesuai tahapan," jelasnya.
Saat ini, Renik mengaku lebih memilih menunggu seluruh proses tahapan Pilur berjalan. Menurutnya, masyarakat Candirejo sudah mengenalnya sehingga ia tidak akan melakukan sosialisasi secara berlebihan.
Ke depan, apabila kembali terpilih, ia menegaskan fokus kepemimpinannya tetap pada peningkatan kualitas pelayanan publik, menyempurnakan program yang masih kurang, serta mempertahankan berbagai capaian yang telah dirasakan masyarakat.
Sebagai informasi, Pemilihan Lurah serentak di Kabupaten Gunungkidul dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Pilur di Candirejo menjadi salah satu yang menyita perhatian karena mempertemukan pasangan suami istri sebagai dua kandidat yang akan memperebutkan jabatan lurah.
No comments:
Post a Comment